Kamis, 28 Mei 2015

MASALAH SOSIAL YANG SEDANG BERKEMBANG PADA SAAT INI “NARKOBA”


PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang Masalah

Salah satu aset terpenting dalam pembangunan masyarakat menuju kesejahteraan adalah sumber daya manusia. Sejak manusia mulai hidup bermasyarakat, maka sejak saat itu sebuah gejala yang disebut masalah sosial berkutat didalamnya. Masalah sosial dapat berupa kebutuhan-kebutuhan sosial maupun biologis. Masalah sosial dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan pergaulan dalam masyarakat, sedangkan kebutuhan biologis disebabkan kebutuhan-kebutuhan biologis tersebut sulit atau tidak bisa lagi dipenuhi, seperti kebutuhan makan, minum, dan sebagainya. Sebagaimana diketahui, dalam realitas sosial memang tidak pernah dijumpai suatu kondisi masyarakat yang ideal. 

Partisipasi yang nyata dan aktif seluruh warga masyarakat dalam keseluruhan tahap dan prosesnya menjadi poin utama pendayagunaan sumber-sumber daya yang ada dalam rangka pemenuhan kebutuhan guna peningkatan taraf hidup masyarakat. Nilai strategis sumber daya manusia tidak semata-mata terletak pada segi jumlah atau kuantitas, melainkan juga kuantitas. Sehubungan dengan hal itu, sebagai sumber daya manusia, warga masyarakat penyandang masalah penyalahgunaan dan kecanduan narkoba tidak dapat diharapkan tampil dalam kapasitas yang maksimal. Penurunan kemampuan fisik, kesadaran, maupun mental menjadi alasan terbesar ketidak-maksimalan kapasitas para penyalahguna dan pecandu narkoba. Potensi yang mereka miliki tidak diaktualisasikan secara optimal dalam proses yang sedang berjalan. Efek narkoba dalam level individu tersebut akan berubah menjadi efek dalam level masyarakat termasuk sistemnya karena para pengguna dan pecandu narkoba tersebut merupakan bagian dari masyarakat. Efek itulah yang kemudian menjadi masalah sosial dalam masyarakat. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, penyandang masalah tersebut bukan hanya tidak optimal sumbangannya terhadap proses yang sedang berlangsung tetapi juga dapat menjadi beban. 

Oleh sebab itu, perlu penanganan dan penanggulangan masalah narkoba, sistem yang berjalan serta mengakar di dalamnya, juga masalah-masalah sosial yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba secara serius dan kontinyu, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Karena para pengguna, penyalahguna, pengedar maupun pecandu narkoba pada dasarnya ada di tengah masyarakat. 

 

B.   Rumusan Masalah

1.    Apa definisi masalah sosial ?

2.    Apa pengertian dan jenis narkoba? 

3.    Bagaimana narkoba menjadi salah satu masalah sosial budaya? 

4.    Apa faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba? 

5.    Apa dampak penggunaan narkoba? 

6.    Bagaimana penanganan dan penanggulangan masalah narkoba?

 

C.   Tujuan

1.    Untuk Mengetahui definisi masalah sosial.

2.    Untuk Mengetahui pengertian narkoba.

3.    Untuk Memahami narkoba menjadi salah satu masalah sosial budaya. 

4.    Untuk memahami apa penyebab penyalahgunaan narkoba. 

5.    Untuk mengetahui dampak penggunaan narkoba. 

6.    Untuk mengetahui cara penanganan dan penanggulangan masalah narkoba. 




PENUTUP

Kesimpulan


Sebenarnya masalah sosial merupakan hasil dari proses perkembangan masyarakat. Masalah sosial timbul ketika dalam jangka waktu tertentu masyarakat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan sosial yang ada. Kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor ekonomi, biologis psikologis, budaya juga menjadi penyebab utama timbulnya masalah sosial ini.

Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.

Jadi permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : kemiskinan, kenakalan remaja, tingkat pendidikan rendah, tindakan kriminal, pengangguran, dan lain-lain. Masih banyak faktor yang menyebabkan munculnya masalah sosial di masyarakat kita. Masalah ini tidak hanya terjadi di Negara kita saja tetapi masalah ini terjadi sama rata di seluruh pelosok dunia.

Narkoba pada dasarnya adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/sintesis yang jika dimakan, diminum, dihisap, atau dimasukkan (disuntikkan) ke dalam tubuh manusia dapat menurunkan kesadaran dan menimbulkan ketergantungan karena mengandung bahan-bahan kimiawi yang berpengaruh dan berefek pada struktur dan organisme tubuh. Efek dari penggunaan narkoba antara lain mampu mengubah suasana hati penggunanya dan bisa menyebabkan kecanduan dan ketergantungan. Jenis-jenisnya antara lain: heroin, kokain, dan ganja, morfin, petidin, dan metadon, dan kodein. 

Ketika narkoba dikonsumsi oleh individu atau sekelompok golongan tertentu yang tidak berdampak meluas kepada masyarakat atau digunakan untuk kepentingan legal semisal untuk kesehatan ataupun ilmu pengetahuan, maka masalah narkoba tersebut belum menjadi sebuah masalah sosial. Tetapi relita yang terjadi adalah dampak penggunaan narkoba secara luar biasa meluas ke berbagai lapisan masyarakat dari yang terendah sampai yang tertinggi. Dampaknya antara lain menimbulkan kriminalitas dan kejahatan, semisal pencurian, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain-lain. Maka dari itu, narkoba digolongkan sebagai suatu masalah sosial. 

Penanganan masalah narkoba meliputi usaha yang bersifat preventif dan represif yang bisa diterapkan di pranata-pranata sosial semisal keluarga, sekolah, perkumpulan-perkumpulan, organisasi pemuda, Polri, pusat rehabilitasi, departemen sosial, dan sebagainya. Namun demi keefektifan penanggulangan, seluruh komponen masyarakat harus ikut berperan serta dalam kesatuan pandangan, kesatuan aksi, dan kesatuan, sehingga secara langsung maupun tidak pembangunan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara bisa tumbuh secara optimal.

Saran

Kembali Kepada diri kita sendiri, meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional, Kita semua harus bekerja sama dalam mengatasi masalah sosial yang sudah menjadi sorotan bagi kita. Dengan bersama, masalah akan lebih cepat selesai. Apalagi dengan disertai prakek-praktek yang nyata, akan semakin banyak orang sadar akan kehidupan sosial ini, Melakukan perubahan dan perbaikan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan yang kondusif, setelah itu mengajak orang terdekat kita.

Kamis, 09 April 2015

Persuasi dan Argumentasi

Pengertian Paragraf Persuasi 
Paragraf Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. Atau dengan pengertian lain paragraf yang dibuat dengan tujuan meyakinkan pembaca. Itulah gambaran sederhana dari jenis paragraf yang satu ini. Tapi jangan salah jenis paragraf yang satu ini tidak sesederhana itu karena dalam meyakinkan seseorang kita butuh teknik dalam penggunaan bahasa yang baik agar pembaca dapat tertarik dengan apa yang ingin kamu sampaikan. Bagian utama atau yang pasti kita temukan dalam Paragraf Persuasi adalah bagian bujukan terhadap pembaca. Itulah sekilas tentang Paragraf Persuasi. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. 

Contoh  Paragraf  Persuasi  Sop Durian Lodaya


“ 100% DURIAN ASLI,  Kami hanya memberikan kualitas terbaik setiap harinya.”




Contoh  Paragraf  Persuasi  internet


"Ingin Bekerja , tapi malas keluar rumah? Mulailah bisnis online terpercaya sudah berkembang di ratusan negara sekarang"


Dalam iklan persuasi ini bisa kita simpulkan bahwa tujuan dari iklan persuasi ini ialah orang yang mau bekerja secara online. Dengan kata "terpercaya sudah berkembang di ratusan negara". Membuat pembaca tertarik karena ini sudah terpercaya "Sekarang" menajak para pembaca melakukan hal itu dengan secepatnya.

 


Pengertian paragraf argumentasi

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang tujuan utamanya adalah untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam penulisannya. paragraf argumentasi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan maupun ulasan obyektif yang disertai contoh

Ciri ciri paragraf argumentasi

1.      Terdapat penjelasan yang berfungsi untuk isi dari tulisan

2.   Terdapat fakta yang terdapat dalam paragraf tersebut baik itu berupa tabel, data, gambar sebagai pendukung bahwa tulisan atau karya tulis tersebut valid

3.      Terdapat kesimpulan di akhir paragraf sebagai pendukung/penguat dari keterangan dan fakta yang telah dipaparkan


Jenis jenis paragraf argumentasi

Terdapat dua pola  pengembangan yang berbeda dari paragraf argumentasi yaitu:

  1. Paragraf argumentasi yang dikembangkan dengan pola sebab akibat. Jenis paragraf ini pemaparan selalu ditulis dimulai dari hal hal yang menjadi penyebab dan kemudian menuju kepada hal hal yang menjadi akibat yang terjadi setelahnya.
  2. Paragraf argumentasi yang dikembangkan dengan pola akibat sebab. Jenis paragraf ini adalah kebalikan dari poin pertama yaitu paragraf yang dimulai dari pemaparan akibat terlebih dahulu dan kemudian berikutnya merupakan penjabaran dari apa apa yang menjadi penyebabnya.

Contoh Paragraf Argumentasi Sop Durian Lodaya

              
 Sop Durian Lodaya terletak Jl. Margonda Raya, Beji, Depok. Buka jam 09.00-23.00 WIB. Bisa dibilang tempat yang pas buat para penggemar durian untuk beristirahat sambil menikmati Sop Durian dengan 100% Durian Asli tanpa bahan pengawet yang tentu digemari banyak kalangan, dari anak kecil, remaja dan orangtua. Tidak hanya Sop Durian saja ada banyak beberapa pilihan seperti: Roti Bakar Durian, Pancake Durian, Pempek, Jus Durian dll. Harganyapun relatif terjangkau sesuai dengan porsi yang kita minati, seperti Sop Durian Buah dengan porsi pas Rp 19.000 dan Mabok Rp 27.000, Sop Durian Cendol untuk porsi pas Rp 13.000 dan porsi mabok Rp 17.000 dari harganya yang membuat banyak pengunjung untuk singgah ke Sop Durian Lodaya di Depok.

Ya bisa dengan membawa uang Rp 60.000 bisa mabok dengan porsi yang disediakan. Tempatnya sangat strategis dengan parkiran yang memadai tapi lebih banyak parkir motor dibanding parkir mobilnya. Dan Sop Durian Lodaya menyediakan tempat dengan 2 lantai, dilantai 1 dan 2 selalu ramai pengunjung, ya dimanapun tempatnya yang penting bisa menikmati Sop Durian yang 100% Durian Asli, yang belum pernah ke Sop Durian Lodaya,  pasti penasaran bukan ?

Buat kalian yang belum pernah ke Sop Durian Lodaya jangan khawatir banyak cabang yang bisa dikunjungi, antara lain :

Alamat Cabang Sop Duren Lodaya
  1. Jl. Lodaya No. 1, Bogor Tengah, Bogor
  2. Jl. Bangbarung Raya, Bogor Utara, Bogor
  3. Rukan Grand Galaxy City, Bekasi Selatan
  4. Jl. Pahlawan No. 131, Bogor Selatan, Bogor
  5. Jl. Cilandak KKO No. 22, Cilandak, Jakarta
  6. Jl. Margonda Raya, Beji, Depok
  7. l. RA Kartini, Bekasi Timur, Bekasi
  8.  Jl. Babarsari, Sleman, Jogja
  9. Jl. Kaliurang KM 4. Yogyakarta (Utara Hokben Jakal)


Contoh Paragraf Argumentasi internet


“Zaman sekarang tehnologi sudah semakin canggih, terutama internet. Akan tetapi, anak remaja sekarang banyak yang menyalahgenakannya. Internet saat ini banyak digunakan karena memiliki manfaat yang sangat besar. Salah satu manfaatnya, yaitu dapat membant siswa dalam proses belajar. Akan tetapi, siswa seringkali menggunakan internet untuk melihat situs-situs yang tidak seharusnya dilihat, misalnya situs porno. Hal tersebut, tidak hanya membuat siswa menjadi kecanduan, tetapi juga dapat merusak mpral anak-anak Indonesia. Oleh sebab itu, orang tua harus ikut mengawasi penggunaan internen pada anak-anak.”








Sabtu, 28 Maret 2015

FAKTA-FAKTA SEBAGAI UNSUR DASAR DALAM PENALARAN ILMIAH

Agar dapat menalar dengan tepat, kita perlu memiliki pengetahuan tentang fakta yang berhubungan. Jumlah fakta tak terbatas, sifatnya pun beraneka ragam. Oleh sebab itu, sebagai unsur dasar dalam penalaran ilmiah, kita harus mengetahui apa pengertian dari fakta tersebut.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta memiliki definisi sebagai hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan: sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris (sesuai dengan bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera). Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu. Sebagai kunci bahwa fakta tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa sebuah teori dan fakta secara empiris dapat melahirkan sebuah teori baru.
Sedangkan Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Secara umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimpulan, yakni penalaran induktif dan deduktif.

1.      Penalaran Induktif dan Coraknya
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum. Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara:
a.      Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.

Contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran.

b.      Analogi
Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.

Contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:
Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya. Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi pula pada manusia.

c.       Hubungan Kausal (Sebab Akibat)
Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab. Cara berpikir seperti itu sebenarnya lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam dunia ilmu pengetahuan.
Contoh penalaran induktif dengan cara hubungan kausal( sebab akibat) adalah sebagai berikut:
Ketika seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan (akibat).

2.   Penalaran Deduktif dan Coraknya
Penalaran deduksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu, ditariklah kesimpulan tentang hal-hal khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa khusus itu.
Contoh : Semua makhluk hidup akan mati Manusia adalah makhluk hidup. Karena itu, semua manusi akan mati.
Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap.
1.   Pertama, generalisasi sebagai pangkal bertolak (pernyataan pertama merupakan  generalisasi yang bersumber dari keyakina atau pengetahuan yang sudah diketahui dan diakui kebenarannya.
2.    Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus atau kejadian tertentu.
3.  Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus atau peristiwa khusus itu.Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara:

a.      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.
Dari pengertian di atas, silogisme terdiri atas tiga bagian yakni: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Yang dimaksud dengan premis adalah proposisi yang menjadi dasar bagi argumentasi. Premis mayor mengandung term mayor dari silogisme, merupakan geeralisasi atau proposisis yang dianggap bear bagi semua unsur atau anggota kelas tertentu. Premis minor mengandung term minor atau tengah dari silogisme, berisi proposisi yang mengidentifikasi atau menuntuk sebuah kasus atau peristiwa khusus sebagai anggota dari kelas itu. Kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan bahwa apa yang berlaku bagi seluruh kelas, akan berlaku pula bagi anggota-anggotanya.
Contoh:
Premis mayor  : Semua cendekiawan adalah pemikir
Premis minor   : Habibie adalah cendekiawan
Kesimpulan     : Jadi, Habibie adalah pemikir.

b.      Entinem
Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.
Contoh:
Premis mayor  : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang sedang kesusahan
Premis minor   : Pak Sastro adalah renternir
Kesimpulan     : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yag kesusahan.
Kalau proses penalaran itu dirubah dalam bentuk entinem, maka bunyinya hanya menjadi ”Pak Sastro adalah renternir, yang menghisap darah orang yang sedang kesusahan.”

Hubungan Menulis Karya Ilmiah dengan Penalaran Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1.      Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2.      Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
3.     Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.

Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa fakta sebagai unsur dalam penalaran ilmiah menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu. Sebagai kunci bahwa fakta tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa sebuah teori dan fakta secara empiris dapat melahirkan sebuah teori baru. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir / penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Ayah dan Ibu

Engkau yang aku hormati, aku cintai dan aku sayangi
Yang selalu aku hargai dan aku lindungi
Menjaga setiap langkah perjalanan hidupku
Tak bosan kau beri aku kasih sayang dalam pelukanmu


 Ayaaah . . .
Kau berjuang membanting tulang untuk keluargamu
Kau selalu bertahan untuk masa depanku
Tak  perduli kulit terluka, terbakar dan menghitam melawan sang surya
Untuk kau beri kehidupan yang layak untuk keluarga


 Oh Ibu . . .
Kau bagai cahaya yang menerangi dan menuntun didalam kegelapan
Kau selalu mendorong ku  melihat masa depan
Kau memberikan kekuatan yang lebih dari kekuatanmu
Kau tak pernah mengajariku kata menyerah dalam langkah-langkahku


 Untuk ayah dan ibu terimakasih atas segalanya yang telah kau beri untukku
Dalam setiap doaku selalu kusebut namamu ayah ibu
Berharap Tuhan mengabulkan doaku untuk mu
Untuk kebahagaian didunia dan diakhirat nanti, ayah dan ibu





Sabtu, 18 Oktober 2014

PERILAKU KONSUMEN

REVIEW JURNAL PERILAKU KONSUMEN
OLEH : LILA WATI

Diferensiasi produk dan  Segmentasi Pasar Sebagai  Strategi Pemasaran Alternatif


 Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.

Selama tahun 1930-an karya robinson dan chamberlin mengakibatkan revitalisasi dari teori ekonomi.Sementara klasik dan neoklasikal teori yang disediakan sebuah berguna kerangka kerja untuk analisis ekonomi, teori persaingan sempurna dan monopoli murni memiliki  menjadi tidak memadai sebagai penjelasan dari Adegan bisnis kontemporer.Teori persaingan sempurna mengasumsikan homogenitas antara komponen-komponen dari kedua sisi permintaan dan penawaran dari pasar, tetapi keragaman atau heterogenitas sekarang aturan daripada pengecualian. Alternatif strategi pemasaran utama tersedia untuk perencana dan merchandiser produk dalam lingkungan ditandai dengan persaingan tidak sempurna.

Tujuan utama segmentasi pasar (Market Segmentation) adalah untuk merangsang semua pelanggan yang berpotensial. Pemasaran (marketing) yang tidak memiliki target adalah sia-sia, karena ada banyak kelompok pelanggan yang mungkin tidak tertarik untuk membeli jasa yang dijual. Inti dari suatu pemasaran (marketing) yang baik adalah mengambil satu segmen yang paling menarik dalam pelayanan yang spesifik dan mengaplikasikan unsur-unsur pemasaran terhadap segmen tersebut. Segmentasi (segmentattion) mencakup beberapa analisis sebagai berikut, segmen pasar (market segment) mana yang menjadi target pasar (market target)? Apa yang pelanggan inginkan dari jenis pelayanan yang dijual? Bagaimana cara terbaik untuk menyusun unsur-unsur pemasaran dalam memenuhi berbagai keinginan dan kebutuhan mereka? Di mana pelayanan tersebut dipromosikan? Dan kapan pelayanan itu dipromosikan?

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif.

Bahwa ada kekurangan atau kemiripan antara item ditawarkan ke pasar oleh individu produsen berbagai produk adalah jelas dalam setiap toko variasi, department toko, atau pusat perbelanjaan. Dalam banyak kasus, dampak dari keragaman ini diperkuat oleh iklan dan kegiatan promosi. Kehadiran perbedaan dalam penjualan menawarkan dibuat dengan bersaing pemasok menghasilkan keragaman pasokan yang tidak konsisten dengan asumsi teori sebelumnya. Perbedaan telah disorot untuk kepentingan meningkatkan kejelasandalam teori dan presisi dalam praktek. Munculnya segmentasi pasar sebagai strategi sekali lagi memberikan bukti dari keunggulan konsumen dalam ekonomi kontemporer Amerika dan kekayaan imbalan yang dapat hasil dari penerapan ilmu pengetahuan untuk masalah pemasaran. 

Segmentasi pasar terdiri dari melihat pasar yang heterogen (satu dicirikan oleh permintaan yang berbeda) sebagai sejumlah pasar homogen yang lebih kecil dalam menanggapi preferensi produk yang berbeda di antara segmen pasar yang penting. Demikian pula, kerja dengan diferensiasi produk sebagai strategi cenderung dibatasi dengan pencapaian tingkat pemasaran biaya yang tidak dapat dipertahankan. Faktor harga ini cenderung untuk menentukan batas-batas zona di dalam yang kerja dengan pemasaran strategi atau campuran strategi ditentukan oleh sifat pasar .

Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar. 

Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain: Usia, Gender (jenis kelamin), Status perkawinan, Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb. Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

Studi segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok. Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk: Menutup kesenjangan produk, Mengenali media yang paling cocok untuk menempatkan iklan, Menentukan karakteristik pemirsa dan pendengar serta mengumumkan temuan-temuan untuk menarik para pemasang iklan yang mencari pendengar yang serupa. 

Sukses dalam kegiatan pemasaran perencanaan mensyaratkan penggunaan yang tepat dari baik diferensiasi produk dan pasar segmentasi sebagai komponen strategi pemsaran. Kemampuan bisnis untuk merencanakan dalam hal ini cara tergantung pada pemeliharaan aliran informasin pasar yang dapat disediakan oleh pemasaran penelitian serta pemanfaatan penuh teknik yang tersedia akuntansi biaya dan analisis biaya. 

Biaya infomasi sangat penting karena batas atas yang segmentasi pasar dapat dilakukan sebagian besar ditentukan oleh produksi pertimbangan biaya. Ada batas yang keberagaman dalam penawaran pasar dapat dilakukan tanpa mengemudi produksi biaya di luar batas praktis.     


SOULMATE : UNTUK AYAH

Didekatmu aku merasa aman
Didekatmu aku merasa nyaman
Didekatmu aku merasa tenang
Dan didekatmu aku merasa senang

Pengorbanan yang selalu kau berikan
Bahu yang kuat untuk menopang kesedihan
Tak pernah ada alasan ada apa dan kenapa
Yang ia tau hanya demi kita

Ayah, yang tak banyak bicara
Sesungguhnya  didalam hati hanyalah kita
Senyummu, marahmu, nasehatmu
Semangat untuk anak-anakmu

Ayah
Kan ku jaga setiap nasehatmu
Kan ku hangatkan namamu
Kan ku kobarkan impianmu
Untuk kelak di ufuk senjamu