Rabu, 16 Januari 2013

Globalisasi Kearifan Lokal yang Terancam



Globalisasi mendatangkan akibat yaitu mudahnya nilai-nilai asing masuk ke dalam suatu negara atau wilayah. Indonesia sebagai negara dunia ke tiga tidak lepas dari pengaruh asing. Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak kita temukan unsur-unsur asing yang masuk ke dalam masyarakat Indonesia. Dari sisi pola hidup misalnya. Konsumerisme menjamur hampir di setiap lapisan masyarakat. Sikap liberal juga berkemabang seiring perkembangan jaman.
Namun yang harus kita cermati adalah sikap kita dalam menyambut globalisasi. Hendaknya dalam menghadapi globalisasi tetap berpegang pada nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita. Nasib kearifan lokal terus terancam oleh globalisasi. Perlahan-lahan namun secara pasti kearifan lokal mulai tergerus oleh perkembangan jaman. Disadari atau tidak, masyarakat jawa sudah mulai meninggalkan ritual-ritual yang berhubungan dengan alam, melupakan pitutur luhur atau kata-kata bijak, dan menganggap mitos hanya seuatu kebohongan.
Tidak hanya globalisasi, westernisasi pun juga turut mengancam kearifan lokal. Bisa kita lihat bagaimana generasi muda saat ini meniru pola-pola hidup yang bercondong ke negara-negara barat. Dari hal yang sederhana seperti musik misalnya. Hanya sedikit dari generasi muda yang tahu akan musik tradisional dan hanya segelintir yang mampu memainkan musik tradisional.
Perlu kita ketahui kearifan lokal memainkan peran yang sangat penting dalam turut serta mengatur masyarakat karena di dalamnya melekat nilai-nilai yang sudah mendarah daging. Setidaknya diperlukan sebuah usaha untuk menjamin kearifan lokal agar tetap bertahan di tengah-tengah derasnya globalisasi dan westernisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar