Rabu, 16 Januari 2013

Kearifan Lokal dalam Membentuk Integrasi Kelompok



Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian. Integrasi sangat dibutuhkan dalam suatu masyarakat karena sebagai kekuatan bagi masyarakat dalam menghadi permasalahan-permasalahan sosial yang timbul, baik permasalahan intern maupun ekstern. Sehingga integrasi merupakan sebuah modal sosial yang berharga bagi masyarakat selaras dengan perkembangannya.
Di dalam masyarakat banyak hal yang dapat membuat individu terintegrasi dalam kelompok-kelompok, salah satunya adalah kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan salah satu warisan leluhur yang diturunkan secara turun temurun, dari generasi ke generasi. Hal ini jelas sangat berhubungan dengan budaya yang juga diturunkan oleh leluhur.
Dalam kaitannya antara kearifan lokal, integrasi, dan pelestarian lingkungan, maka kearifan lokal yang mendarah daging pada setiap lapisan masyarakat, di saat itu pula tercipta integrasi individu dalam kesatuan masyarakat. Seperti ritual bersih desa yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat yang secara jelas menciptakan integrasi juga memiliki kaitannya dengan pelestarian lingkungan. Adanya kearifan lokal merupakan nilai-nilai yang bersifat fundamental dalam masyarakat yang memicu munculnya konsensus atau kesepakatan. Dari awal inilah integrasi masyarakat dapat tercipta.
Dewasa ini sebagian umat manusia telah menyadari bahwa bumi menunjukan gejala-gejala yang tidak normal lewat fenomena alam. Adanya badai angin, iklim yang tidak menentu, serta semakin bekurangnya luas es di kutub utara dan selatan merupakan bukti bahwa selama ini kegitan manusia hanya berorientasi pada kepentingan pemenuhan kebutuhan manusia tanpa memikirkan pelestarian alam sebagai sumber pemenuhan kebutuhan. Sebagai usaha menjaga dan melestarikan lingkungan muncul berbagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan, semisal Greenpeace dan Walhi. Dari sisi pendidikan juga ditanamkan tentang nilai-nilai peduli lingkungan, baik lewat mata pelajaran khusus maupun integrasi dari mata pelajaran lain.
Jauh sebelum pergerakan peduli lingkungan digalakan, ternyata keberadaan kearifan lokal telah terlebih dahulu berperan dalam menjaga pelestarian alam. Kearifan lokal merupakan cara berfikir masyarakat tentang keadaan lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik yang berpijak pada sosial budaya. Kita dapat melihat bagaimana mitos mengatur masyarakat sedemikian rupa salah satunya mengatur perilaku manusia kepada alam. Bagaimana keberadaan tradisi seperti ritual-ritual sebagai penghormatan terhadap penjaga tempat tertentu, seperti hutan, gunung, danau, dan lain sebagainya dapat menumbuhkan integrasi masyarakat untuk bersama-sama saling menghargai alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar